Mengenal Proses Pembuatan Bubuk Vanilla

Mengenal Proses Pembuatan Bubuk Vanilla

Powder minuman rasa vanilla merupakan salah satu olahan bubuk vanilla yang sering digunakan sebagai bahan dasar membuat minuman kekinian rasa vanilla. Bubuk minuman ini memiliki rasa yang gurih, creamy, manis, dan lembut. Rasa vanilla sering dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti caramel, cokelat, kopi, susu, dan lainnya.

Hal ini dikarenakan rasa vanilla tidak menghasilkan rasa yang lebih dominan, justru membuat rasa minuman menjadi lebih unik. Bubuk vanilla sendiri dibuat dari tanaman vanilla yang masuk ke Indonesia dibawa oleh bangsa Belanda pada tahun 1819 di Kebun Raya Bogor, yang kemudian ada di Temanggung dan menyebar di seluruh pulau Jawa.

Nah, bagaiamana tanaman vanilla bisa berubah menjadi bubuk vanilla yang kemudian diolah lagi menjadi bubuk minuman? Simak penjelasan berikut ini:

Proses Pembuatan Bubuk Vanilla

Tahap Persiapan

Tahap persiapan dimulai setelah tanaman vanilla dipanen, kemudian polong buah dari tanaman vanilla segera dicuci sampai bersih dan dikelompokkan berdasarkan diameter serta panjangnya. Hal ini penting dilakukan agar proses pelayuan dapat dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Kemudian buah vanilla akan dilakukan proses pelayuan dengan cara dicelupkan ke dalam air panas bersuhu 65° C. Buah kecil dicelupkan selama 1,5 menit. Buah ukuran sedang selama 2 menit dan buah ukuran besar sekitar 2,5 menit.

Tahap Fermentasi

Tahap selanjutnya yaitu fermentasi yang dilakukan dalam wadah berupa kotak yang terbuat dari kayu atau triplek. Bagian tengah dari kotak diisi dengan stereofoam, sekam, serbuk gergaji dan lainnya sebagai isolasi panas. Sebelumnya buah vanili dijemur di panas matahari dengan diberi tutup kain hitam sekitar tiga jam, hingga suhu buah mencapai 38° hingga 40° C.

Setelah itu, buah vanili dibungkus kain hitam dan ditata sampai kotak penuh. Fermentasi dilakukan selama 24 jam dengan suhu harus tetap stabil antara 38° hingga 40° C.  Selama proses fermentasi juga dilakukan penjemuran dengan tetap ditutup kain hitam selama 2 sampai 3 jam dengan pembalikan sebanyak 3 sampai 4 kali. Proses ini dilakukan selama 3 hingga 4 hari hingga kadar air buah turun menjadi 50 hingga 60%.

Baca : Tips Meningkatkan Citra Merek pada Bisnis Powder Minuman

Tahap Pengeringan

Selanjutnya yaitu melalui proses pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Caranya, polong vanili disusun dalam tampah atau rak pengering yang tetap diberi alas kain hitam. Kemudian, tampah atau rak bambu diletakkan pada ruanga berventilasi kering dan berudara sejuk. Pengeringainan secara alami akan berlangsung selama 1 hingga 1,5 bulan atau bisa dipersingkat menjadi 10 hari dengan bantuan alat pengering (dryer).

Selama proses pengeringan secara alami, buah vanili harus tetap dibolak-balik untuk memerikasa jika ada yang rusak. Jika menggunakan dryer, maka operasikan selama 3 jam saja dalam setiap harinya. Pengeringan menggunakan alat bantuan juga membantu meningkatkan kualitas buah vanili. Pengeringan dihentikan ketika kadar air buah tinggal 35% sampai 38%.

Pengeringan Lanjutan

Setelah dilakukan pengeringan, maka vanili diikat dengan dua tali rafia. Ikatan tersebut kemudian dibungkus dengan kertas minyak atau kertas parafin dan dimasukkan ke kotak penyimpanan yang juga sudah dilapisi kertas minyak. Kotak penyimpanan lalu ditutup dan disimpan di tempat yang sejuk dan kering.

Selanjutnya disimpan selama 2 hingga 3 bulan hingga memperoleh vanilla kering berkualitas baik. Secara berkala ikatan vanilla juuga diperiksa jika ada yang berjamur. Polong yang berjamur segera dilap dengan kapas yang telah dicelup alkohol 70%. Baru setelah benar-benar kering, siap diolah menjadi bahan lainnya.

Itulah penjelasa mengenai proses pengolahan buah vanilla yang menghasilkan vanilla berkualitas premium. Jika anda membutuhkan bubuk vanilla dalam bentuk powder minuman, DBD powder bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. DBD menyediakan bubuk minuman rasa vanilla berkualitas yang telah melalui proses higenis.